Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Berkunjung ke Destinasi Kekinian di Tulungagung

9 hingga 13 Oktober lalu aku mengunjungi Mbah Kung dan Mbah Putri di Tulungagung, sebuah kabupaten di bagian selatan provinsi Jawa Timur yang kaya akan marmer---hmm tapi kita gak akan ngomongin marmer, itu sih koleksi Mamaku, yang jadi koleksiku adalah pengalaman jalan-jalan yang seru. Yes, karena aku adalah milenial yang lebih suka membeli pengalaman daripada benda-benda, itu juga sejalan dengan apa yang ditulis Prof. Rhenald Kasali yang kemudian dikutip oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada tulisannya bahwa perilaku konsumen (zaman sekarang) sangat dipengaruhi oleh faktor pengakuan dari sesama (3F), yaitu friends, followers, and fans (Yahya, 22 November 2017). Nah, dari situlah dicanangkannya destinasi digital sebagai implementasi dari esteem economy yang berfokus pada peningkatan rasa percaya diri masyarakat karena faktor pengakuan dari sesamanya. Destinasi digital sendiri adalah terobosan Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan pariwisata di era digital (Admin Dispar, 13 De…

Perjalanan Ke Kelud, Makam Bung Karno, dan Pantai Pasetran Gondo Mayit

Kangen blog ini. Belakangan lelah cari-cari pekerjaan, belakangan hanya nonton video-video di youtube dan baca novel-novel ringan. Waktu ingat masih ada cerita-cerita perjalanan yang belum kubagi, aku langsung lihat-lihat galeri foto lagi dan yes, semoga berbagi di sini bisa sedikit mengobati rasa bosan jadi pencari kerja.
PS: Postingan ini bakal panjang.
Sabtu, 29 September lalu aku bersama rombongan teman-teman TOEFL Camp Elfast berangkat jalan-jalan dengan mobil travel ke beberapa tempat yang masih baru untukku. Tujuan pertama kami adalah Gunung Kelud. Memakan waktu hampir 1 jam dari Pare hingga Kelud. Waktu itu sekitar pukul tujuh, udara gak terlalu dingin tapi sangat menyegarkan. Di dekat tempat parkir kendaraan pengunjung ada banyak warung dan tukang jualan nanas dan semacam labu kecil dan lonjong yang katanya manis. Nanas yang dijual kecil-kecil dan murah, gak heran harganya murah, mungkin karena itu diambil langsung dari kebun-kebun mereka yang letaknya di sekitar Gunung Kelu…

Pengalaman Pertama Naik Perahu ke Pulau Tabuhan hingga Mendaki Ijen

Sabtu dan Minggu, 22 dan 23 September lalu aku dan beberapa teman dari Kelas B TOEFL Camp Elfast Kampung Inggris liburan ke Banyuwangi, wilayah paling ujung timur pulau Jawa, yang ketika memasuki daerah pelabuhan Ketapang jam di handphone kadang berubah menjadi WITA.

Kami berangkat pada Jumat malam setelah TOEFL scoring dengan mobil travel. Aku gak tau pasti rate harga rata-rata travel ke Banyuwangi dari Kediri, tapi menurut beberapa informasi---di Kecamatan Pare sendiri dimana terdapat banyak penyedia jasa perjalanan---rata-rata rate harga perjalanan dari Pare ke Banyuwangi memang murah. Tujuan kami adalah ke Pantai Mutiara dan Gunung Ijen selama dua hari, dan kami hanya perlu membayar biaya Rp. 150,000/orang (perjalanan dan tiket masuk pantai dan gunung), makan dan jajan gak termasuk, murah kan?
Perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam, sesekali kami berhenti untuk solat dan makan. Kami sampai di Pantai Mutiara Banyuwangi sekitar jam 9 untuk santai-santai dan berfoto, baru setelah itu…

Ceritaku Ikut Program TOEFL Camp di Elfast Kampung Inggris

PS: Cerita ini akan panjang, tapi worth to read untuk kamu yang mau ambil program TOEFL Camp di Elfast.
Siapa yang gak tahu Kampung Inggris yang terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri? Aku yakin sebagian besar pelajar dan mahasiswa pasti setidaknya pernah mendengar istilah Kampung Inggris. Sebenarnya nama kampungnya bukan Kampung Inggris, dinamakan demikian karena pada mulanya di sana terdapat banyak tempat atau lembaga kursus Bahasa Inggris, dan gak hanya itu, seiring majunya dan populernya tempat-tempat kursus Bahasa Inggris di sana, masyarakat akhirnya mengambil kesempatan untuk membuka bisnis lainnya seperti rumah kost, homestay, asrama, layanan travel, toko-toko souvenir, rumah makan, warung, dan sebagainya demi menunjang fasilitas lingkungan belajar para pendatang dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan ada beberapa pengunjung dari luar juga. Maka dari itu, nama desa tersebut lebih dikenal dengan nama Kampung Inggris. Karena sepanjang hari kita bisa melihat orang-orang ya…