Skip to main content

Posts

Review: Antologi Rasa (Film)

Antologi Rasa sebenarnya adalah novel favoritku dari salah satu penulis kesayanganku, Ika Natassa. Seperti rata-rata novel Ika Natassa, Antologi Rasa menceritakan kisah asmara banker muda yang senang, sedih, dan banyak rasa lainnya, tapi lebihnya Antologi Rasa dibandingkan novel-novel lainnya yang membuat aku suka adalah novel ini memuat emosi yang lebih luas lagi, aku bisa tertawa bahagia, menangis sedih hingga terharu, kesal, jengkel, gemas, dan gak mau pisah ketika mencapai penghujung cerita. Gak heran kalau di akun Instagram dan Twitternya Ika Natassa pernah bilang bahwa novel ini adalah puncak dari karya-karyanya.

Aku membeli Antologi Rasa tahun 2013 atau 2012 dan baru dibaca setahun kemudian. Karena rasa senangnya setelah selesai membaca novel itu gak hilang-hilang, akhirnya aku pernah iseng cari tahu di Google apakah novel ini akan dijadikan film (ini serius). Dan benar saja, banyak banget hasil yang bersliweran, tentang si A harus jadi Keara, si B gosipnya sudah pasti jadi Har…
Recent posts

Posts Are Deleted

So i deleted around 50++ blog posts. Im just so ashamed, i even can not reread them because i know those are so stupid. I know it's good to have so many writings, but to have everything written there--- fucking everything---is so embarassing. Actually i've realized it long time ago, but i felt like they're too precious to me. I mean 50++ writings on 2011? That's fucking achievement. But im 24 and i do not want my future partner and children read them and realize they live with a very emotional, stormy, sappy person.

I Wish I Knew What I Really Want

So it’s been a while since the last time i write my thoughts about myself, my surrondings which affects me to have such thoughts.
Aku pernah baca buku contamporary romance yang lumayan terkenal, ada satu kutipan yang menarik, “bahagia adalah cita-cita yang tercapai” kurang lebih seperti itu. Dan apa yang menjadi fokusku sekarang dalam kutipan itu berbeda dengan yang dulu. Kalau dulu, fokusku adalah kata “bahagia” tapi sekarang aku pikir “cita-cita” itu dasar yang harus ada dalam pikiran kita untuk bikin kita hidup dan punya keinginan untuk ke sana, baru kemudian bisa bahagia. Aku tahu cita-cita dalam kutipan itu juga berarti luas. Tapi cita-cita yang aku pikirkan jauh lebih sempit dari itu.
Bagaimana jika kita hidup tanpa itu? Maksudku, hidup asal bergulir seperti bola. Mengerjakan apa yang harus dikerjakan, belajar apa yang harus dipelajari, berusaha mengejar hal-hal saat ini sambil terus kebingungan soal apa sih maunya aku?
Ada teman kuliah yang pernah bertanya, “Lo abis ini mau kem…

Review: Mary Poppins Returns (Film)

Lama gak nulis di blog. Aku punya banyak hutang tulisan sebenarnya, tapi beberapa diantaranya bikin bimbang untuk dibagikan di sini. Jadi, sementara aku kasih review film yang baru saja aku tonton minggu ini ya.
Well, i’ve watched two movies this week and one of them is (a continuation of one of my favorite Disney Classics, Mary Poppins *cmiiw*) Mary Poppins Returns. Jadi Mary Poppins adalah cerita karya P.L. Travers tentang seorang Nanny (pengasuh) ajaib yang mengajak anak-anak yang diasuhnya berpetualang ke dunia ajaib yang gak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Buku P. L. Travers (tahun 1930an) kemudian dijadikan film drama musikal Disney yang diperankan oleh Julie Andrews dan Dick Van Dyke pada tahun 1964, yes, jadul banget dan keliatan banget pengambilan gambarnya di studio hehe tapi aku kecil sampai aku yang sekarang tetap suka film Mary Poppins tahun 1964. Dan itu juga yang membuat aku dan adikku tertarik untuk menonton Mary Poppins Returns.
So here’s the review of Mary Poppins…

Berkunjung ke Destinasi Kekinian di Tulungagung

9 hingga 13 Oktober lalu aku mengunjungi Mbah Kung dan Mbah Putri di Tulungagung, sebuah kabupaten di bagian selatan provinsi Jawa Timur yang kaya akan marmer---hmm tapi kita gak akan ngomongin marmer, itu sih koleksi Mamaku, yang jadi koleksiku adalah pengalaman jalan-jalan yang seru. Yes, karena aku adalah milenial yang lebih suka membeli pengalaman daripada benda-benda, itu juga sejalan dengan apa yang ditulis Prof. Rhenald Kasali yang kemudian dikutip oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada tulisannya bahwa perilaku konsumen (zaman sekarang) sangat dipengaruhi oleh faktor pengakuan dari sesama (3F), yaitu friends, followers, and fans (Yahya, 22 November 2017). Nah, dari situlah dicanangkannya destinasi digital sebagai implementasi dari esteem economy yang berfokus pada peningkatan rasa percaya diri masyarakat karena faktor pengakuan dari sesamanya. Destinasi digital sendiri adalah terobosan Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan pariwisata di era digital (Admin Dispar, 13 De…

Perjalanan Ke Kelud, Makam Bung Karno, dan Pantai Pasetran Gondo Mayit

Kangen blog ini. Belakangan lelah cari-cari pekerjaan, belakangan hanya nonton video-video di youtube dan baca novel-novel ringan. Waktu ingat masih ada cerita-cerita perjalanan yang belum kubagi, aku langsung lihat-lihat galeri foto lagi dan yes, semoga berbagi di sini bisa sedikit mengobati rasa bosan jadi pencari kerja.
PS: Postingan ini bakal panjang.
Sabtu, 29 September lalu aku bersama rombongan teman-teman TOEFL Camp Elfast berangkat jalan-jalan dengan mobil travel ke beberapa tempat yang masih baru untukku. Tujuan pertama kami adalah Gunung Kelud. Memakan waktu hampir 1 jam dari Pare hingga Kelud. Waktu itu sekitar pukul tujuh, udara gak terlalu dingin tapi sangat menyegarkan. Di dekat tempat parkir kendaraan pengunjung ada banyak warung dan tukang jualan nanas dan semacam labu kecil dan lonjong yang katanya manis. Nanas yang dijual kecil-kecil dan murah, gak heran harganya murah, mungkin karena itu diambil langsung dari kebun-kebun mereka yang letaknya di sekitar Gunung Kelu…

Pengalaman Pertama Naik Perahu ke Pulau Tabuhan hingga Mendaki Ijen

Sabtu dan Minggu, 22 dan 23 September lalu aku dan beberapa teman dari Kelas B TOEFL Camp Elfast Kampung Inggris liburan ke Banyuwangi, wilayah paling ujung timur pulau Jawa, yang ketika memasuki daerah pelabuhan Ketapang jam di handphone kadang berubah menjadi WITA.

Kami berangkat pada Jumat malam setelah TOEFL scoring dengan mobil travel. Aku gak tau pasti rate harga rata-rata travel ke Banyuwangi dari Kediri, tapi menurut beberapa informasi---di Kecamatan Pare sendiri dimana terdapat banyak penyedia jasa perjalanan---rata-rata rate harga perjalanan dari Pare ke Banyuwangi memang murah. Tujuan kami adalah ke Pantai Mutiara dan Gunung Ijen selama dua hari, dan kami hanya perlu membayar biaya Rp. 150,000/orang (perjalanan dan tiket masuk pantai dan gunung), makan dan jajan gak termasuk, murah kan?
Perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam, sesekali kami berhenti untuk solat dan makan. Kami sampai di Pantai Mutiara Banyuwangi sekitar jam 9 untuk santai-santai dan berfoto, baru setelah itu…