Skip to main content

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.

Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.

Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.

So here i go, im going to review this Korean Restaurant.

Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cilegon-Serang baik dari arah Cilegon dan arah Serang mudah sekali menemukan plang besar bertuliskan Hana Korean Restaurant.

Kesan pertama saat saya memasuki restoran ini adalah tertutup dan sangat nyaman. Restoran pada umumnya menggunakan kaca transparan, pintunya saja pintu kaca transparan, namun tidak dengan Restoran Hana yang bangunannya terkesan sangat tertutup, bahkan pintu kacanya saja tidak transparan. Namun saat saya melewati pintu kaca tersebut, saya merasakan kesan yang sangat nyaman dan rumahan. Terdapat bangku-bangku dan kursi berjajar dan meja kasir di dekat pintu. Saya tidak tahu restoran ini satu lantai atau dua lantai atau lebih, karena sesampainya di sana, saya langsung konsentrasi mengikuti pelayan yang menunjukan kami tempat makan di ruangan lain yang lebih tertutup dimana Siwi sudah menunggu kami.

Ruangannya nyaman sekaliii. Kata Siwi, kita bisa memilih mau makan di tempat tertutup atau di meja-meja di depan kasir yang saat pertama masuk tadi sudah saya lihat. Tidak ada bedanya makan di tempat yang lebih tertutup atau di luar tadi, tidak ada charge tertentu. Oh ya, btw ruangannya itu persis seperti ruang makan di film-film korea duduk di bawah dengan alas bantalan tipis dan meja pendek yang panjang, ya mirip lesehan gitu, tapi ini versi Korea. Tapi anehnya, di kolong meja itu bukan lantai, memang sengaja dibuat bolong agar kita bisa duduk seperti biasa, tidak selonjoran kaki (duuuh susah jelasinnya).

Anyeong!

Nah, saat kami (aku, Ella, dan Eka) sampai, Siwi sudah duduk manis dengan beberapa mangkok kecil makanan pendamping ala Korea yang aku pikir itu pesanan Siwi wkwk. Aku dan Ella mememesan Kimbab Ramyeon, Eka memesan Tokbokki, dan Siwi memesan Jajang Myeon. Semuanya enak, tapi emang dasar lidah indonesia, aku paling suka Kimbab karena mirip lemper hahaha. Aku juga suka Tokbokki, semacam kue beras pedas khas Korea dengan potongan daging ikan (semacam otak-otak) hehehe. Ramyeon juga enak tapi masih lebih enak indomie hehehe. Yang paling gak sesuai dengan lidahku ya Jajang Myeon yang sausnya rasanya manis.

Kimbab Ramyeon
Makan Kimbabnya aja udah kenyang banget, apalagi ditambah Ramyeonnya. Duuuh begah.

Itu dia hidangan-hidangan pendampinya.
Hidangan pendamping aja ada tujuh macem. Cukup tahu aja orang Korea makannya banyak.

Tokbokki, kue beras khas korea yang enaaak banget, ada semacem otak-otak ikannya juga.
Mau makan ini lagiii. Sumpah ngenyangin banget soalnya dari tepung beras.

Jajang Myeon

Kami tidak memesan minuman, karena sudah tersedia air putih yang menyegarkan di sana (yang pastinya murah) hahaha.

Harga makanan-makanannya berkisar Rp. 40,000,00,- hingga Rp. 280.000,00,- sangat mahal untuk mahasiswa seperti kami. Tapi sangat mengenyangkan karena porsinya yang besar-besar. Kapan-kapan aku harus ke sana lagi untuk mencicipi hidangan lainnya.


Overall, hidangan di Restoran Hana sangat patut untuk dicoba, tempatnya yang nyaman juga menjadikan Restoran Hana pantas untuk dikunjungi bersama teman maupun keluarga atau jadi tempat rapat juga oke, apalagi tersedia tempat lesehan tertutup yang mejanya panjang itu yang cocok digunakan sebagai tempat pertemuan yang santai.

Kansahamnidaaa (gak tau artinya apa)

Eh malah narsis

Tempatnya selfie-able banget.

Semoga kita bisa ke sini lagi yaaa kapan-kapan.

See you on my next post! Xoxo.

Comments

  1. kimbabnya itu lho, bikin ngiler

    ReplyDelete
  2. kimbabnya itu lho, bikin ngiler

    ReplyDelete
  3. kakkk lucu banget ih tempatnyaaa! makanannya jg instagramable bgt hihi pengen ih kesana tapi jauh :"(

    ReplyDelete
  4. hana restoran tempatnya tertutup, udah kayak warung remang-remang ya :v
    dari pandeglang mah jauh, anak serang lebih deket~

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh orang pandeglang toooh. main aja sesekali ke cilegon.

      Delete
    2. iya, salam kenaal \m/
      ogah, gapunya duit haha

      Delete
  5. Ini mah udah bukan cafe-cafe koreaan lucu yang banyak menjamur, beneran restoran! Soalnya kalo di cafe lucu doang mah nggak ada side dish banyak macem begitu keren ih XD
    Ya pantes aja harganya mahal!
    Dan tempat duduknya.. kebayang sih bolongnya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa itu restoran juga udah lama banget sihhh, tapi kayaknya baru hits di kalangan anak muda pas korea booming aja. dulu-dulunya mah cuma buat pendatang korea atau jepang gitu yang kerja di cilegon katanya sih.

      Delete
  6. jauh dari tempat jadi cuman bisa baca2 aja .

    ReplyDelete
  7. Trik gue kalau makan ditempat begitu ngumpulin 5-6 orang. Nanti bayar nya Urunan, maklum Mahasiswa xD

    Anyway gue suka tokboki, kayak kenyal-kenyal gimana gitu kalau dimulut :D

    ReplyDelete
  8. Kebanyakan makanan korea dan jepang yang gak gue kenal, tapi pengen icipin satu satu! Kak paketin pake JNE lah satuu :D

    ReplyDelete
  9. Anyoooong haseong wkwkwk :D

    Duuuuh, kimbabnya :3 mauuuuu nyemiliiiin limaaaak dong :D eksis sekali ya kalian berempat :D

    ReplyDelete
  10. nah ini nih yang jarang jarang, kadang rumah makan menjual makanan koreanya tapi tempatnya engga mencerminkan korea sama sekali.
    Aku pengeen nyobain, tapi kok jauh ya di cilegon.

    ReplyDelete
  11. Kimbab ramyeon duh kuahnya bikin ngiler :G wajib dicoba. Recomended? :)

    ReplyDelete
  12. hai kak infonya keren nih.. kalau ingin tahu tentang cara membuat website yukk disini saja.. terimakasih

    ReplyDelete
  13. penasaran banget sama Tokbokki yang rasanya pedas dan banyak yang bilang sih enak..

    ReplyDelete
  14. Dekorasinya jejepangan juga :D jadi naksir deh

    ReplyDelete
  15. Kak, makananan disana bersertifikat halal gak ?

    ReplyDelete
  16. Setau aku pemilik adalah orang indonesia asli dan islam

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Review: Mantan Manten (Film)

Mantan Manten, judul yang cukup provokatif. Ketika melihat posternya diposting di salah satu akun Twitter pecinta film, aku langsung bertanya-tanya, ini kisah seseorang yang mantannya yang sudah jadi pengantin? Atau kisah seseorang yang jadi mantan pengantin karena pernikahannya gagal? Awalnya pertanyaanku hanya sampai di situ saja, tapi lama-lama ada banyak tweet tentang promosi film Mantan Manten yang sangat lincah dan cerdas, seperti poster dengan kalimat “Mantan: Mau telepon malu, gak telepon rindu”“Baru mau move on, eh ditelepon” dan sejenisnya yang membuat aku bertanya lagi, ini film komedi romantis atau apa? Apalagi didukung dengan poster dominan warna merah muda dengan karakter-karakter utama yang saling pandang sambil tersenyum bahagia di sana. Kemudian presepsi awal soal genre film ini cukup terbantahkan setelah aku menonton trailer-nya, ya, should’ve known, kata “mantan” dan kata “manten” itu gak akan pernah asik kalau dijadikan satu, sama seperti trailer filmnya, yang se…