Skip to main content

Posts

Review Konseling Via Aplikasi Riliv

Riliv adalah aplikasi layanan pengembangan psikologis dari Indonesia yang setahun belakangan ini sedang naik daun. Aku pribadi mengetahui Riliv dari akun instagramnya, @riliv, karena memang setahun hingga dua tahun belakangan ini aku cukup giat mencari tahu tentang pengembangan diri terutama dari sisi emosional. Walaupun aku tahu Riliv sejak lama, aku baru benar-benar menginstal aplikasi ini satu bulan lalu, sekitar pertengahan Desember dengan tujuan mendapatkan konseling dan tuntunan pengaturan emosi oleh para praktisi yang berpengalaman dengan harga yang cukup terjangkau.
Riliv menyediakan layanan meditasi dan konseling dengan psikolog secara online. Untuk layanan meditasi, sejauh ini aku baru menggunakan 3 sesi meditasi dari banyak sesi meditasi yang tersedia, baik yang gratis maupun yang berbayar. Sesungguhnya dulu aku rajin sekali bermeditasi setiap pagi sehabis subuh sebelum beraktivitas, biasanya aku duduk di teras sambil tarik napas buang napas dan jalan-jalan mondar-mandir d…
Recent posts

Lingkaran Insecurities dan Self Appreciation

Btw aku bingung harus ngasih judul apa, ini sudah yang paling pas menurutku.

Sepertinya bahasan soal bullying, dan insecurities gak akan selesai begitu saja aku bahas hanya dengan tiga hingga empat tulisan ringan di blogku. Tentu saja pertama, karena aku pernah mengalami menjadi si tukang bully, dan tentu saja lebih sering menjadi si korban yang sampai sekarang membawa trauma itu, kedua, karena ada banyak momen dalam hidup ini yang membuatku kembali mengingat memori soal bullying yang pernah terjadi padaku yang entah kenapa selalu berhasil menggerakan diriku untuk sekadar menulis status curhat di Twitter atau sekadar berpikir, “they shouldn’t do that” atau, “ternyata ada banyak yang merasakan hal itu, bukan cuma aku aja, tapi tetap saja itu gak membuatku tenang ya Allah kesal banget, hidup ini jahat banget” dan sebagainya. Another moment that trigger me to write this down is Imperfect movie that i’ve watched several days ago with fellow girl friends. Awalnya aku ingin membuat review d…

Pertama Kalinya Ke Indonesia International Book Fair 2019

Yes, i finally went to IIBF! Waktu itu hari Minggu, 8 September, hari terakhir event tahunan IIBF. Aku ke sana naik kereta dan turun di Palmerah kemudian gojek sedikit ke Jakarta Convention Center Senayan.
Langsung aja, IIBF ternyata jauh dari yang aku bayangkan. Embel-embel international ternyata memang berhasil membuatku berharap banyak dari event tahunan ini, tapi ternyata... i don’t know why they call it international. Mungkin positive thinking bahwa event tersebut someday bisa jadi event yang benar-benar besar dan benar-benar international.
Ketika mulai memasuki hall, aku cukup amaze karena waktu itu cukup ramai---walau gak seramai event Big Bad Wolf di ICE BSD yang setiap tahun aku kunjungi, kemudian di luar ada panggung kecil yang aku gak tahu ada acara apa di sana waktu itu, saat awal masuk pun aku cukup senang melihat sekilas stand beberapa penerbit. Tapi semakin dalam aku berjalan dan melihat-lihat stand, ternyata tempatnya kecil, dan untuk ukuran internasional standnya kura…

Review: Bumi Manusia (Film)

Bumi Manusia adalah salah satu buku dari Tetralogi Buru karya salah satu penulis legenda Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Bumi Manusia yang sudah berumur puluhan tahun ini akhirnya dialihwahanakan menjadi sebuah karya sinematografi dan dipublikasikan secara umum pada hari ini, 15 Agustus 2019. Senang sekali hari ini aku mendapat kesempatan menonton film yang sudah kutunggu-tunggu ini. Buku fenomenal dan bagus, inshaallah filmnya juga bagus, semoga, itu harapanku selama aku menunggu film ini. So, here’s my review.
Poster Film Bumi Manusia (sumber)
Judul: Bumi Manusia Genre: Drama Sutradara: Hanung Bramantyo Produksi: Falcon Pictures Tanggal Rilis: 15 Agustus 2019
Baiklah, di sini aku akan berusaha untuk gak membanding-bandingkan filmnya dengan bukunya, yang sudah jelas berbeda dan punya kelebihan masing-masing, maklum, itu memang selalu jadi kebiasaan pembaca sekaligus penonton kan.
Yang pertama, alurnya maju-mundur. Film ini langsung memperkenalkan tokoh-tokoh utama pada adegan-adeg…

Review: The Lion King (2019)

The Lion King (1994) adalah film Disney favoritku sepanjang masa mengalahkan semua film Disney princess yang menjadi favorit rata-rata anak perempuan pada saat itu, gak terhitung berapa puluh kali aku menonton ini sejak aku kecil (dulu masih nonton di VCD), sampai aku hapal semua nada lagu The Lion King 1 dan 2, bahkan hapal lirik beberapa lagunya, dan tentu saja hapal setiap scene film-film tersebut. Saking senangnya dengan film itu, waktu kecil aku bahkan ingin memelihara anak singa saking gemasnya dengan Kiara dan Kovu kecil, ingin memberi nama anak masa depanku Kiara dan Kovu seandainya mereka kembar. Selang beberapa tahun aku gak nonton The Lion King lagi karena VCDku rusak, sampai ada bajakannya di internet hehe. Film-film Disney terutama The Lion King punya sentimen tersendiri untukku karena aku dibesarkan dengan budaya menonton kartun-kartun Disney. Jadi begitu belakangan Disney gencar remake (membuat live action) film-film Disney Classic aku sangat senang dan mengapresiasi s…

Jalan-jalan ke Kampung Indian dan Kawah Gunung Kelud

Long time no post here. I’ve been busy this past days, busy thinking about life, life’s kind of sucks, i hope the rest of the year will be better.
Beberapa hari sebelum lebaran, aku dan keluargaku main ke Kediri. Dari Tulungagung ke Kediri hanya memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Tujuan kami adalah Kampung Indian di Kawasan Wisata Gunung Kelud.
Yes, semakin banyak saja destinasi wisata tematik belakangan ini, dan itu bagus. Wisata bertema bisa jadi alternatif jika kita bosan dengan wisata alam, apalagi untuk teman-teman milenial yang senang berselfie dan ngevlog. Kampung tematik memang selain menyuguhkan pemandangan bertema tertentu, juga menyediakan banyak spot untuk berfoto ria. Kampung Indian ini walaupun kecil namun cukup indah dengan menyediakan banyak hiasan rumah-rumah suku Indian yang berbentuk kerucut, ada beberapa rumah yang bisa kita masuki, diisi dengan beberapa kursi dan perabot. Ada juga patung-patung bertema Indian, taman kecil, taman bermain, toko souvenir, tempat s…

Insecurity dan Kita

So last night i have such random thought about to share my experience and thoghts about insecurities which i think everyone has it, even someone who seems so strong and insensitive like there is nothing in his/her life that ever gone wrong has insecurities.
Sepengetahuanku dari nonton video, dengar podcast, dan mencari tahu di internet tentang “kekhawatiran” dan “ketidaknyamanan” yang familiar disebut insecurity, adalah perasaan gak nyaman yang menghantui seseorang karena berbagai alasan. Bisa karena social anxiety (kecemasan sosial) yang berujung pada menurunnya kepercayaan diri, bisa karena kegagalan dan penolakan yang juga berujung pada menurunnya kepercayaan diri, bisa juga karena sifat terlalu perfectionist yang membuat seseorang terlalu takut dan terlalu berhati-hati. Mungkin ada lebih banyak hal yang bisa membuat seseorang khawatir dan gak nyaman.
Ketidaknyamanan dan ketakutan ini sangat familiar di hidup kita, terutama pada kita yang menginjak masa remaja hingga dewasa muda di…