Langsung ke konten utama

Harus Ikhlas

Sudah hampir dua minggu aku menjalani aktivitas perkuliahan. Ya, minggu pertama masih perkenalan sama dosen-dosen dan mendapatkan beberapa tugas yang lumayan berat mulai dari PR dari buku sampai harus bikin makalah dan laporan serta presentasi, masih harus pakai bendera Jerman di lengan kiri (ospek jurusan), hari sabtu masih harus mengikuti rangkaian acara ospek jurusan. Teman-teman yang lain sepertinya semangat dan sangat menikmati awal perkuliahan mereka, aku ikut senang melihat mereka. Tapi itu bukan berarti aku benar-benar bahagia.

Aku biasa aja menjalani perkuliahan. Gak ada hal yang membuatku seperti, "Yes, aku harus bisa berprestasi! Aku senang sekali... 4 tahun lagi aku akan menjadi blablabla". Entahlah, mungkin lain ceritanya jika saat SBMPTN aku tetap memilih apa yang manjadi pilihanku. Well, sebenarnya Pendidikan Bahasa Jerman adalah jurusan yang aku pilih juga sih, sama sekali gak ada campur tangan orang lain dalam menentukan masa depanku. Hanya orang tua saja yang menyarankan untuk mengambil pendidikan, selebihnya aku yang memilih harus mengambil pendidikan apa.

Tapi rasanya banting stir itu selalu gak enak, at least di awal. Mungkin mimpiku yang sudah gak mungkin jadi kenyataan itu terlalu besar, sehingga membuatku sakit seperti ini. Man, i think about it everyday, i write it on a paper, i write it on the first page of my favorite book and always say that one day i'll be that "thing" everytime i see it. Just so you know, cita-citaku itu adalah segalanya. Itu yang menjadi alasan mengapa aku masuk kelas IPS, alasan mengapa aku berusaha untuk mendapatkan nilai yang stabil. Aku selalu menceritakan cita-citaku ke teman-temanku bahkan yang baru aku temui di dunia maya. Aku selalu meminta doa mereka, aku selalu berkata, "Amin ya Allah" ketika mereka mendoakanku. Tapi aku sadar, aku harus tahu bahwa restu orang-orang sekitar adalah segalanya. Usaha dan doa saja gak menjamin aku bisa mendapatkan apa yang aku mau. Keikhlasan merekalah yang terpenting. Aku gak mau di tengah-tengah perjalanku ada orang yang bilang, "seandainya ...". Sudah cukup aku mengecewakan papa, gara-gara aku gak bisa menjadi apa yang papa mau--- menjadi siswa kelas IPA dan menjadi dokter. Sudah cukup aku mendengar kalimat, "Ya... masuk kedokteran Universitas blablabla aja, seandainya kamu IPA" berkali-kali.
Pada akhirnya aku memilih ini. Berat sekali rasanya untuk bisa benar-benar ikhlas. Aku manusia biasa, aku gak bisa semudah itu move on apalagi melupakan hal yang pernah menjadi segalanya untukku. Bayangkan aja, bagaimana bisa kita bertahan dan berusaha untuk terus maju sementara ada yang mengganjal. Ibarat kita sedang di kejar singa, sementara kaki kita dirantai dengan beban ribuan kilo.

Pindah jurusan? jangankan pindah jurusan, UM saja aku gak mau. Aku gak mau orang tua mengeluarkan uang lagi. Kuliah itu mahal, seandainya aku gak punya rasa kasihan dan hanya memikirkan diri sendiri, dari dulu aku sudah ikut UM sana-sini, meminta diantar bolak-balik ke luar kota hanya untuk mengikuti UM yang biayanya mahal. Tahu sendiri kan, biaya yang dikenakan untuk mahasiswa yang diterima lewat jalur mandiri itu besar.

Ini memang sudah jalanNya, mau gak mau, aku harus bertahan sampai lulus. Mau gak mau, aku harus punya cita-cita baru untuk memotivasi diriku supaya bisa terus maju. Aku harus berusaha mengerjakan semuanya dengan rapi dan baik serta mencintai apa yang aku punya sekarang. Aku harus ikhlas. Ini memang yang terbaik karena gak ada orang tua yang mau anaknya susah.

Sekarang, aku meminta doa supaya semuanya lancar dan aku bisa berhasil melalui jalur ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …