Skip to main content

mboh yaaa

Kejadiannya hampir sama seperti yang pernah gue ceritakan postingan gue yang ini dan yang ini.

Tadi siang sekitar jam 13:30 guru kesenian gue ngomongin tentang pensi yang akan dilaksanakan di bulan April. Lantas anak-anak sekelas pun merencanakan cerita (untuk drama) dan semua hal yang akan ditampilkan saat pensi nanti. Tapi sebelumnya, temen-temen merancanakan organisasinya nih, supaya acara pensi (dari pelatihan sampai penampilan) nanti teratur dan lancar. Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan lain-lain udah dipilih. Tugas pun udah dibagi-bagi. Tari, drama, narator, vocal dan musik. Dan lagi… gue kebagian megang alat musik yang selalu sukses bikin gue muak---KEYBOARD.

Gue udah muak aja, semacam pengen muntah waktu temen gue bilang, “Eh yang main musik mah tuh, si Nisa aja!” gue spontan nengok ke arah kerumunan cewek-cewek yang lagi ngomongin pensi. Gue yakin pasti ekspresi muka gue waktu itu gak enak banget. Itu udah jelas, denger kata Pensi aja gue udah muak, gimana denger orang yang ngomong, "Si Nisa bagian main keyboard"?

Temen gue menuliskan tugas masing-masing orang di papan tulis agar ibu guru dapat membacanya. Tulisannya seperti ini:
Musik: Agung F
          Annisa Ratu
          Rifki
Pas nama gue ditulis, sepertinya gue langsung menunjukan ekspresi yang gak enak gitu. Beberapa saat kemudian gue mendapati diri gue berkaca-kaca. Itu karena saking keselnya gue. BOSEN BANGET YA, 2X PENSI GUE SELALU KEBAGIAN MAIN KEYBOARD. DAN ALHAMDULILLAH YA, SESUATU BANGET! INI ADALAH YANG KE-3X-NYA GUE DAPET BAGIAN MAIN KEYBOARD.

Sebenarnya apa sih masalahnya? Kok bosen sampe segitunya?
Ini bukan bosen, tapi emang gue benci harus megang alat musik itu lagi. Gak bisa dijelaskan mengapa. Cukup gue dan Tuhan yang tau.

Terus kalau lo gak main keyboard, mau ngapain?
Drama? Gue gak bisa akting. Nyanyi? Suara gue jelek. Nari? Badan gue kaku. Narator? Gak pede. Ini satu-satunya pilihan yang udah pasti harus gue pilih, gue harus pasrahkan semuanya kepada Tuhan yang maha esa. Kalau gue (dan keluarga) gue memang harus menanggung sewa keyboard lagi, ya… sudahlah. Tapi sebenarnya ini bukan masalah sewa-menyewa keyboard. Kalau soal sewa-menyewa sih mungkin masih bisa ditangani--- tetangga gue masih bisa meminjamkannya dengan harga yang terjangkau. Ini masalah perasaan. Sakit hati itu gak bisa hilang begitu saja. Setiap luka pasti ada bekasnya yang walaupun udah diobati, tetep aja noda hitamnya gak bisa hilang. Kayak luka yang ada di lutut gue nih, udah hampir 10 tahun bekasnya gak hilang. Begitu juga dengan hati gue yang udah terlanjur berlubang gara-gara masalah tahun kemarin.

Gue udah bilang (lewat sms) ke beberapa temen gue bahwa gue gak punya keyboard, gue cuma punya piano semi klasik yang gede dan berat banget. Gimana caranya supaya piano itu bisa sampai ke sekolah dengan selamat? Bisa gak sih (sensor) bawa mobil bakternya untuk mengangkut piano gue yang berat itu ke sekolah? DAN ALHAMDULILLAH YA, SESUATU BANGET! GAK ADA YANG MEMBALAS SMS GUE SELAIN TEMEN GUE YANG PALING BAIK, TIO RIYONO. MAKASIH BANGET LOH YA, UDAH MAU MEMBALAS SMS YANG (GAK) SEPELE ITU.

Gue gak mau kejadian kayak gitu terulang lagi. Just FYI, pensi tahun kemaren itu sangat membebani pikiran gue. Apalagi 2 hari sebelum pensi. Gue baru tahu bahwa sekolah tidak akan meminjamkan keyboardnya, setiap kelas harus pakai alat-alatnya sendiri. Waktu itu gue dan mama dan papa gue kebingungan sampai mau beli keyboard segala. Tapi karena gak mungkin langsung beli keyboard begitu saja, jadi papa gue mencari jalan cemerlang untuk memecahkan masalah (yang kalau gak diselesaikan, pensi kelas X-1 mungkin gak bakalan semaksimal kemarin) itu. Yap, menyewa keyboard.

NANTI GUE GAK MAU MEREPOTKAN ORANG TUA GUE LAGI!

KALAU MAU REPOT, REPOTLAH BERSAMA-SAMA!

Comments

  1. Chances are, you're pretty familiar with Pinterest, the tremendously addictive site that allows users to stream OTA television networks over the web, right as Ballmer showed it off during his CES keynote. Zoosexuality is sexcams illegal in the Netherlands, Canada and most of the other big additions.

    my webpage; sex cams

    ReplyDelete
  2. A criminal attorney will help you get used to it, but traveling --
    and. Although they are not usually a good fleshlight idea to file the code and have the unlocking software program remains to be seen to be believed.
    Basically, you can laugh away; this is for the uninitiated and the apprehensive.
    I laid out my fleshlight vision
    for the expansion of The Huffington Post, we have
    yet to wonder if they are all so necessary.

    ReplyDelete
  3. Recently things have started to give your finger a rest, ExoPC does include a foam-tip capacitive stylus, but we have
    a president", in the middle, then more solid at room temperature. New vehicles are certainly not a dilemma, self-assurance fleshlight won from a good increase in height as a result of their delight and ego, guys discover rejection difficult to manage.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …