Skip to main content

Dulu gue...

Sebelumnya gue mau minta maaf nih ya... Mau nyolong-nyolong curhat. Langsung aja ya ke tujuan. Kemarin gue, mama dan adek-adek gue tercinta lagi ngomongin iklan susu (merk disamarkan). Nah, saat itu gue bilang ke mama gue, "Ma, itu anak kecilnya mirip aku pas masih kecil ya?" dan mama gue menjawab, "Iya mirip... eh enggak deh, masih cantikan kamu" *jiwa gue melayang sejenak* tiba-tiba mama cerita gitu tentang masa kecil gue. Mama bilang, "Nis, kamu tuh dulu lucuuuuu banget pas masih kecil. Kamu tuh diem aja, padahal adik kamu (Risma) seneng nyisirin kamu, pakein kamu topi, ngajak main kamu, nyiumin kamu... tapi kamunya dieeeeemmm aja." Lantas gue menjawab, "Hahaha itu mah karena aku males Ma, deket-deket Risma. Apalagi kalau Si Risma udah cium-cium, mungkin dulu pas aku masih kecil eneg kali ya diciumin terus sama Risma." Mama gue bukannya menanggapi omongan gue, eh malah berlanjut menceritakan masa kecil gue yang suram menyenangkan...
"Nis, kamu tuh dulu ya suka ngomong sendiri!" Kata mama gue. "Hahaha aneh... kayak orang gila." Kata adek gue (Zenith) asal. "Iya, Nis dulu tuh kamu suka bilang 'Ucil-ucil sini...' hahaha mungkin maksud kamu itu Unyil kali ya bukan Ucil dulu kan kamu suka nonton Si Unyil" Mama gue melanjutkan. "Aku dulu kayak punya temen khayalan gitu ya?" tanya gue. "Mungkin. Sekarang kamu masih suka mengkhayal kayak dulu gak?" Tanya mama gue. "Masih sih, tapi bukan si Unyil. Ma, sebenernya sih apa yang papa sering omongin tentang aku yang suka ngelamun itu bener ma. Tapi bukan ngelamun sih, lebih tepatnya mikir dan mengkhayal. Papa kan sering bilang 'Kamu itu mikirin opo toh Nis?' gitu kan? Iya sebenernya aku itu emang mengkhayal gitu ma..." Jawab gue. "Terus kamu emangnya mikirin apa Nis?" "Mikirin masa depan ma..." Jawab gue. "Eh, iya Nis, dulu itu kamu sering bilang 'Ma, nanti aku mau punya rumah yang ada kolam renangnya, yang ada tangga belok-beloknya.' hahaha dulu tuh kamu tau dari mana rumah yang ada kolam renangnya atau tangga yang belok-belok?" Tanya mama gue penasaran. "Gak tau, mungkin dari sinetron-sinetron Lala Bidadari kali ya?" Jawab gue sok tau. "Hah? Emang jaman kamu umur segitu udah ada sinetron Lala Bidadari? Kamu tuh dulu nontonnya Si Unyil atau Sesame Street setiap jam 6 pagi tuh." Kata mama gue. "Nis... pokoknya kamu tuh dulu lucu Nis... Suka mengkhayal. Tapi wajar sih anak kecil emang suka ngomong sendiri." Lanjut mama gue (sepertinya mencoba untuk menenangkan gue yang udah agak was-was mengkhawatirkan ke-normal-an gue). "Oh berarti aku normal kan?" "Normal lah."
Jadi kesimpulannya nih, bagi anda yang memiliki anak yang sering diam, jangan asal judge! Siapa tahu diamnya dia karena dia sedang mengkhayal atau memikirkan sesuatu, entah itu masa depan, masa lalu atau mungkin memikirkan pelajaran sekolah.

Comments

  1. -___- ponakan gue sih bukan punya 'temen khayalan', tapi malah 'teman makhluk halus' gtu. fuuuhh.

    ReplyDelete
  2. ya ampun? untung gue gak gitu, horor juga ya kalo punya temen gitu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …