Skip to main content

Bukan Mengeluh

Bukan mengeluh tapi gue cuma ingin mengeluarkan uap yang ada di kepala gue. Selama beberapa hari puasa kesabaran gue emang benar-benar diuji. Gue akan menceritakan semuanya per point.

  1. Beberapa hari yang lalu, saat gue mandi tiba-tiba gue mendengar suara teriakan adek gue yang menggelegar. Si Risma, ABG labil masa kini emang punya hobi yang unik; teriak-teriak gak jelas kayak orang galau habis dipustusin pacar. Nah... dia teriak-teriak kayak orang kesetanan memaksa gue untuk keluar dari kamar mandi agar dia bisa mandi karena dia buru-buru ke sekolah (mungkin kebelet ingin cepet-cepet ketemu pacar). Saat itu gue nangis... Gue gak bercanda! Ini serius. Adek gue yang satu itu emang sering  bikin gue nangis. Pas mama gue tau kalau gue nangis, mama gue langsung memarahi adek gue yang labil itu. Tapi tetep aja gue muak dengan adek gue. Bahkan pernah pada suatu hari gue berharap supaya adek gue yang satu ini hilang ditelan bumi saat dia pulang dari sekolah. Gue benar-benar capek dengan adek gue yang satu ini, nakalnya nauzubillah. Gue harap gue gak dosa kalau gue menulis steam gue yang bisa dibilang cukup pribadi ini di blog tapi apa boleh buat, gue gak punya temen buat curhat masalah kayak gini.
  2. Hari Kamis lalu, jam pelajaran terakhir ada pelajaran Kesenian. Ibu Sri tercinta adalah guru kesenian kami. Beberapa minggu lalu, kami siswa kelas IPS diberi tugas untuk membuat parcel hari raya yang berisi karya seni yang kami buat. Dan Kamis itu saatnya untuk mengumpulkan hasil karya kami. Sudah ada beberapa kelompok maju ke depan kelas untuk memberikan hasil karya mereka dan alhamdulillah ya Allah ekspektasi kami benar. Karya mereka ditolak dengan alasan "TIDAK PUNYA NILAI JUAL" atau "SANGAT SEDERHANA". Ternyata apa yang kelompok lain rasakan ternyata dirasakan juga oleh kelompok gue. Menyedihkan memang tapi itulah Ibu Sri, MAUNYA HASIL YANG PERFECT (but nobody's perfect). Yang gue tahu, semua yang ada di dunia ini mengandung unsur seni dan semuanya tergantung bagaimana kita mengapresiasikannya. Ibu Sri gak konsisten! Beliau mengajarkan kami untuk mengapresiasikan seni, tapi beliau sendiri gak bisa mengapresiasikan hasil karya kami. Seluruh hasil karya kami di tolak! Seluruh kelompok sudah mengusahakan yang terbaik dan memberikan hasil yang terbaik tapi usaha memang terkadang tidak sesuai dengan hasil, dan itu sangat menyakitkan apalagi ditambah dengan kata-kata yang sangat tidak enak di dengar  yang keluar dari mulut ibu guru kami karena sama sekali tidak berfungsi untuk membangun kreativitas kami apalagi memberi kami motivasi untuk lebih baik lagi. Saat karya kelompok gue di tolak, rasanya gue ingin meninju muka ibu guru gue yang satu itu. Menyebalkan. Kenapa harus beliau lagi yang mengajar kesenian di kelas gue. Ini gak adil! Anak IPA belajar sama ibu guru yang asik (katanya) kenapa gue harus sama Ibu Sri lagi? Gue ingat waktu gue masih kelas X gue ditugaskan untuk membuat suatu karya seni yang memiliki nilai jual juga tapi alhamdulillah waktu itu karya gue gak ditolak dan sekarang gue tau bahwa Allah sedang menguji gue dan memberikan gue pengalaman pahit ini. Gue terima dengan ikhlas deh karena gue tau tipe orang kayak ibu guru gue yang satu itu emang perfeksionis atau mungkin sok perfeksionis.
Cukup sampe disini deh steam gue. Gue harap Allah gak marah sama gue. Ya Allah ini cuma steam gue bukan apa-apa ya Allah. Sumpah demi apapun gue gak bermaksud menjelek-jelekan pihak-pihak yang gue tulis di sini tapi gue cuma mau meluapkan uap yang ada di kepala gue, supaya kepala gue gak panas. Gue juga sengaja menulis ini saat malam minggu. MALAM ya! BUKAN SIANG karena gue takut ini semua dapat membatalkan puasa gue. Tapi sekali lagi, it just my heart, not my brain!
Happy fasting!
See ya on my next post!

Comments

Popular posts from this blog

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …