Skip to main content

Ambitious Me

“Gue gak mau mati sebelum gue bisa keliling dunia!” Itu adalah kalimat yang sering gue ucapkan saat gue masih SMP. Gue jadi inget pada suatu hari gue pernah mengucapkan kalimat itu dengan ekspresi wajah yang datar dan pada saat itu juga temen-temen gue kaget kayak baru denger kabar kalau gue punya karpet terbangnya Aladin aja. Mereka melotot memandang gue, gak percaya kalau orang orang seperti gue bisa ngomong kayak gitu.Gue bukan orang yang banyak omong kayak si Nur Annisa atau si Siwi Setyaningrum jadi wajar aja mereka kagetnya bukan kepalang mendengar kalimat yang menurut gue cuma kalimat biasa yang mengandung unsur-unsur ambisi. Beberapa bulan setelah itu gencar di facebook status Nur Annisa yang bertuliskan seperti ini: “'Gue gak mau mati sebelum gue bisa keliling dunia!' -Annisa Ratu” Sekarang yang jadi pertanyaan adalah sebegitu besarkah makna kalimat itu?

Jawabannya sangat besar! Sebenarnya kalimat itu udah pernah terlontar dari mulut gue sejak gue SD tapi temen-temen SD gue gak terlalu menanggapinya dengan lebay jadi ya gue biasa aja. Tapi saat SMP gue jadi sadar kalau kalimat itu bukan kalimat biasa. Kalimat itu mengandung unsur magis. Maksud gue itu adalah kalimat indah yang penuh dengan doa. Kata mama, kita harus punya cita-cita dan sebutkan apa cita-cita kita sebelum kita tidur, insyaallah akan dikabulkan oleh Allah. Jangankan saat gue tidur, kapanpun dimanapun saat gue ingat negara Amerika atau Turki atau artis hollywood atau makanan-makanan enak seperti kebab, turkish delight, dan lain-lain pasti gue mengucapkan kalimat “Gue gak mau mati sebelum gue bisa keliling dunia”

Keliling dunia adalah cita-cita gue dari kecil. Keliling dunia bisa dibilang ambisi gue. Keliling dunia adalah mimpi gue yang akan jadi kenyataan. Gue pernah berkata dalam hati: “Gue harus bisa keliling dunia! Tiket pesawat sekarang udah semakin murah dan dunia ini semakin sempit dan semakin mudah di jangkau. Presiden SBY aja bisa ke luar negeri, Pak Bondan Winarno aja pernah mencicipi makanan-makanan enak sampai ke luar negeri. Masa seorang Annisa Ratu gak bisa sih?” Itulah yang mendorong gue untuk menjadi diplomat. Tapi alasan gue untuk jadi diplomat bukan cuma karena gue ingin makan makanan khas dari negara-negara lain atau karena gue ingin bertemu dengan artis-artis hollywood tapi juga karena gue ingin bekerja untuk Indonesia, negara gue tercinta surga dunia untuk semua penghuni planet ini. Seandainya gue jadi duta besar Indonesia, gue akan bekerja dengan baik dan gue akan berjuang untuk Indonesia karena gue cinta Indonesia.

Gue pernah berkata pada temen gue yang bernama Irene: “Kalau masalah TKI belum juga selesai, gue mau jadi duta besar Indonesia untuk Saudi Arabia supaya gak ada lagi TKI yang tidur di kolong jembatan” Mungkin cita-cita gue terlalu tinggi buat dicapai oleh gue sendiri, manusia 165 cm tapi gue akan terus berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk mencapai semuanya.

Doakan gue ya! Kalau gue sukses, gue akan ajak keluarga gue keliling dunia! Ajak keluarga gue ketemu Justin Bieber atau Logan Lerman! Ajak keluarga gue mencicipi makanan-makanan enak khas Eropa, Amerika, Afrika, Asia, Australia sampai Antartika!

Comments

  1. wah gua juga pengen nih keliling dunia nih mba bro. .. doakan yaahhhh,......

    ReplyDelete
  2. iya mas bro kita sama sama mendoakan ya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …