Skip to main content

From The Reality to The Peace of Paper

Halo dunia maya!!! Apa kabarnya? Udah pada mulai belajarkah di sekolah? Atau masih hari bebas? Atau masih ada MOS disekolah?

Udah dua hari ditambah satu hari gue datang ke sekolah tapi selalu berujung tragis a.k.a lesehan di koridor gara-gara masih belum ada pelajaran. Ini semua gara-gara para mahluk suci kuli kantung plastik merah berisi makanan dan barang-barang yang akan bernasib sama tragisnya seperti nasib mereka; DIMAKAN DAN DIBUANG OLEH PARA MAHLUK YANG MERASA DIRINYA TUA, SENIOR, KEREN, PATUT DIHORMATI DAN BLAH BLAH BLAH! Ehem, bukannya bermaksud menyalahkan kalian semua, adik-adik kelasku tercinta tapi apa mau dikata... memang gara-gara ada MOS gue jadi sia-sia datang ke sekolah. Hari Senin, Selasa dan hari ini gue dateng ke sekolah dan hanya duduk lesehan, bercengkrama bersama teman-teman yang sama gilanya dengan gue. Ini benar-benar merugikan buat gue; anak miskin nan pelit. Kenapa? Jangan ditanya! Satu hari datang ke sekolah itu sama aja menghilangkan uang 9000 rupiah hanya untuk ongkos saja. Bayangkan 9000 rupiah!!! Lumayan buat beli bakso dan minumannya!!!

Okay, males ngomongin uang bawaannya pengen gue makan. Btw, gue tiba-tiba dapet inspirasi untuk membuat cerpen dari sebuah kisah cinta nan tragis yang diperankan oleh teman gue tercinta yang namanya tidak dapat gue sebutkan di sini karena dapat mengundang malapetaka. Inilah mahakarya gue yang lebih mirip dengan karya anak-anak SD yang kebelet puber. JENG JENG JENG JENG...


KARMA
(Based on a true story)
Annisa Ratu


In a backyard, a pretty girl with blue eyes which made a married couple from Budiman family named her Azure sat on a bench with a cellphone in her hand waiting for Cherish Bagaskara, a romantic boy whom she loved. Actually Azure and Cherish were in a relationship. She looked at the cellphone and read some messages and deleted a half of a hundred received messages when out of the blue, her boyfriend came from the toilet. Directly she returned the cellphone and they went to the cinema with their families that have been knowing each other for a long time.

A few days later, Cherish was so surprised when out of the blue, Azure broke off their relationship. Cherish forced Azure to give a reason but Azure just cried and left Cherish alone. Cherish put a suspicion in some messages from Lengga and some of his female friends which were deleted by Azure. He tried to explain everything but Azure just ignored him and said that the messages are not the reason.

A week after they break up, Cherish asked Eve Hakim to be his girlfriend and he was accepted. Although he had a relationship with his new girlfriend, he always tried to get his ex back to him. He turned green with envy when some boys asked his ex-girlfriend to be their girlfriend.

One night when Azure was online on facebook, she saw something on her wall. Cherish posted some lovely sentences for her which is commented by his girlfriend, Eve. Eve's comment was “Good job baby! Now I know that you are a big liar! You said that your apple broke and you must bring it to Centra Ponsel to be serviced. And now what? Via iPhone? How's smart!” Azure shocked and directly sent Eve a message asking for a phone number.

On the next day, Cherish went to Pizza Hut to meet his girlfriend. It just happen once in a blue moon since Eve's mother forbid them to go hangout with him because Eve got really bad score in mid semester test. But Cherish really had a yellow streak to meet his girlfriend because of her comment in the previous night. He shocked and showed his black looks when his eyes meet Azure's eyes. He tried to stay cool but he really nervous. Eve finished her relationship with Cherish by saying, “I've read all of your messages for Lengga, Priyan, Lita and some others. Azure gave your facebook password to me but don't blame on her, I forced her. Thanks for everything. I love the way you lie!” He tried to white wash his mistakes but it just made him looks dumb. He was really seeing red because can't accept the truth that he lost the girls. He blamed his ex-girlfriends without a reasonable reason, and blew up so many bad words that must be red-penciled. The girls gave him their beautiful smile and left him alone.

-THE END-

Yap, itulah cerpen gue yang murahan. Tapi biar murahan, gue buat dengan susah payah mendaki gunung lewati lembah dan bertemu ninja Hatori. Gue akui memang grammar masih berantakan kayak grammar-nya anak-anak SD yang baru belajar bahasa Inggris tapi gue yakin manusia extraordinary pasti ngerti bahasa gue.

Akhir kata, thankyou for reading! See ya on my next post!

Comments

Popular posts from this blog

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …