Langsung ke konten utama

Sleepover

Gue capek!!! Mata gue perih, capek dan berat rasanya untuk melihat monitor laptop putih milik adik gue untuk mengetik post untuk blog gue ini. Ini semua gara-gara seharian gue nonton film.

Kamarin sekitar jam 15:00 gue udah ada di rumah Fathiya Ikrima, teman masa SMP gue. Gue dan Siwi Setyaningrum, teman gue berencana untuk menginap dirumah bos besar kami alias Fathiya. Saat itu rumah Fathiya sangat sepi, gue turun dari motor dan berpamitan dengan papa gue tercinta yang kata mereka (temen-temen gue, orang tua Fathiya) mirip orang bule alias orang luar negeri bagian barat atau dalam bahasa jawa disebut Londo. Setelah berpamitan, gue mengetuk pintu rumah Fathiya dan saat itu juga Fathiya menyaut dan berlari untuk membukakan pintu. Sebenarnya baru beberapa minggu lalu gue bertemu dengan si empunya rumah tapi mengapa sudah banyak perubahan? Maksud gue… si Fathiya makin gendut. Ini kenyataan atau hanya fatamorgana? Atau mungkin ini semua bawaan libur sekolah yang membuat anak-anak menganggur didepan TV sambil mengemil cemilan yang berkolesterol. Gue tidak mengerti tapi whatever, yang gendut kan dia bukan gue.

Okay, ketika gue masuk kamarnya Fathiya, sudah ada Siwi yang sedang asik menonton drama Jepang. Gue sempat nonton seklias setelah itu Fathiya mengajak kami menonton film yang berjudul A Moment To Remember. Whatta touching story!!! Film ini adalah film Jepang, ceritanya se-tipe dengan kisah cinta sepanjang masa favorit gue, karangan Nicholas Sparks yang berjudul A Walk To Remember. Dilihat dari judulnya saja sudah ada kemiripan, bagaimana dengan ceritanya? Seperti apa yang sudah gue katakan, ceritanya se-tipe. Gue meneteskan beberapa butir air mata gue yang rasanya asin saat tiba bagian yang paling mengharukan. Gue tidak mau menceritakan ceritanya terlalu jauh, tapi yang jelas it’s recommended to you!!!

Setelah itu, berlanjut ke film yang masih mengharukan tetapi yang satu ini agak berbeda dengan film yang kami tonton sebelumnya. Film ini berkisah tentang kesetiaan seekor anjing terhadap majikannya. Ini film terkenal karena diangkat dari kisah nyata yang juga terkenal. Judulnya Hachiko. DVD Hachiko ini milik gue jadi gue sudah pernah menonton film ini sebelumya. Tapi walaupun gue sudah pernah menonton film ini tetap saja gue meneteskan air mata gue. Yang tidak gue sangka adalah saat Siwi menangis histeris pada akhir cerita. Dia berkata bahwa dia merindukan Uno, kucing peliharaannya. Memang kita akan lebih mendalami sebuah cerita ketika kita pernah merasakan apa yang mereka (tokoh dalam cerita) itu rasakan atau ketika kita pernah mengalami apa yang dialami tokoh-tokoh di dalam cerita itu atau mungkin juga faktor dari dalam diri kita sendiri seperti memiliki perasaan yang peka jadi kita mudah tersentuh dengan kisah-kisah yang mengharu biru. Dan ya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa im a crybaby. Setiap gue baca novel, nonton film atau bahkan mendengar seseorang bercerita sebuah cerita yang mengharukan saja gue sudah menangis terharu bahkan terkadang sampai cairan yang keluar dari hidung gue mengalir. Berselang beberapa waktu untuk solat, kami mulai menyiksa laptop Fathiya lagi dengan menonton beberapa video musik Korea favorit mereka (Fathiya dan Siwi) para pecinta K-Pop (Korean Pop).

Karena kami sudah lapar dan saat itu memang waktunya makan malam, kami melahap makan malam kami. Jangan heran, dirumah si bos besar memang diizinkan makan sate ayam diatas kasur. Saat kami tengah menyantap makan malam kami, tiba-tiba mati listrik! Ini sangat mengganggu aktivitas makan malam kami. Tapi jangan panggil kami DBLK kalau makan ditengah gelap saja kami tidak bisa. Setelah kami kenyang dan kebetulan lampu juga sudah menyala, kami melanjutkan aktivitas malas kami di kamar, menonton film sambil menyandarkan kepala kami di bantal-bantal bermotif bunga milik Fathiya. Kali ini kami melanjutkan menonton drama Jepang yang sore tadi sudah ditonton oleh Fathiya dan Siwi. Walaupun gue baru menonton setengah dari episode 7 gue tetap exited karena ceritanya lucu. Bagi orang yang sedang stress, wajib menonton cerita ini. Ceritanya unik! Tapi sayangnya gue lupa apa judul drama Jepang ini. Okay, setelah kami selesai menonton sampai episode terakhir yaitu episode 10, kami membaringkan diri kami di kasur besar milik Fathiya. Kami menggosip seperti ibu-ibu komplek, membicarakan teman-teman kami dan sekolah kami dan bla bla bla. Mamanya Fathiya tiba-tiba memanggil gue, gue segera keluar dan ternyata ada sesosok pria botak berstelan baju Polo dan celana pendek dengan banyak kantong. Dan ternyata… pria itu adalah papa gue tercinta yang hendak menjemput gue dan menyudahi kesenangan gue bersama teman-teman gue. Gue berkata kepada papa gue bahwa gue sudah izin ke adek gue dan gue sudah minta izin kepada beliau sebelumnya tetapi mungkin papa gue tidak berkonsentrasi mendengarkan kata-kata gue saat itu, jadi papa gue sempat bingung dan pada akhirnya papa mengizinkan gue untuk menginap dirumah Fathiya. Kami pun melanjutkan pembicaraan kami di kamar Fathiya. Beberapa saat kemudian Siwi sudah tidur, begitu juga dengan Fathiya. Gue sendirian. Awalnya gue hendak mengambil gambar mereka tapi… sayang sekali gue tidak membawa kamera. Kalau menggunakan handphone hasilnya pasti jelek karena ruangan gelap.

Keesokan paginya… gue terbangun dan pandangan gue langsung menembus kaca jendela dan melihat sinar matahari yang menyilaukan mata. Astagfirullah… udah jam 8! Gue dan Siwi memang tidak tahu diri! Menginap dirumah teman dan bangun lebih siang dari yang punya rumah! Tapi jangan panggil Fathiya bos besar kalau tidak mengijinkan kami untuk bangun kesiangan! Setelah itu kami tidak mandi pagi atau membereskan tempat tidur, kami malah membaringkan diri kami di kasur dan berusaha untuk tidur lagi walaupun mata kami hanya sesekali tertutup tapi rasanya waktu sudah berlalu lama sekali. Dan saat gue tanya sudah jam berapa, Fathiya menjawab sudah jam 09:30. Kami langsung sarapan bubur diatas kasur itu juga dan belum sempat gue turun dari kasur, kami sudah menonton film yang berjudul Step Up 2. Step up 2 memang lebih seru dibandingkan Step Up 3 walau memang Step Up 3 lebih spektakuler. Jam 12:30 kami makan bakso. Enaknya makan bakso saat hujan deras. Puas dan kenyang sudah menyelimuti kami siang itu. Gue dan Siwi bersiap untuk pulang ke rumah, berganti baju tanpa mandi terlebih dahulu. Kami pulang dengan selamat dan kami berharap kami bisa menginap lagi di rumah Fathiya!

Satu yang gue sesali, kami belum sempat mengambil foto kami saat kami sleepover! sialllll.

Okay gue tutup dulu cerita gue yang tidak jelas ini. Gue ngantuk, tidak sabar untuk memeluk guling kesayangan gue. See ya on my next post!

Komentar

  1. well, have a nice sleep, then :)

    BalasHapus
  2. bagus:D mampi ke blogku juga ya bcbacotancewek.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …