Langsung ke konten utama

sunday was great!

Kemarin hari minggu tanggal 30 Januari 2011, gue, adek gue (Zenith) dan kedua orang tua gue jalan-jalan ke Cilegon dan Rawa Danau menggunakan motor! Tapi gak cuma pakai satu motor dong karena mustahil muat 4 orang jadi kami pakai dua motor. Gue, papa dan zenith tumpuk tiga sedangkan mama naik motor sendirian alasannnya karena mama takut membonceng seseorang apalagi kalau jalannya gak jelas alias berlubang, becek dan banyak jalan menanjak yang curam. Kami berangkat jam 13:00 dari rumah dan ke Cilegon buat liat-liat gitar akustik-elektrik tapi gue gak beli gitar dulu sih, masih survey aja buat membandingkan mana yang bagus mana yang gak bagus. Setelah semuanya selesai, kami makan bakso dulu tuh dan setelah perut kenyang, kami langsung menuju rawa danau. Di perjalanan kami sempat berfoto ria. Dan inilah fotonya:

Setelah beberapa meter naik motor, kami bertanya kepada seseorang jalan menuju Rawa Danau. Eh beberapa meter kemudian kami bertanya lagi kepada seseorang. Dan untuk kesekian kalinya kami bertanya lagi kepada 2 orang anak kecil. Setelah kami bertanya bertanya dan bertanya, kami melanjutkan perjalanan. Kami telah melalui beberapa kilometer perjalanan akhirnya kami bertanya lagi, loh kok tanya terus sih? Ya, karena kami bertegang teguh kepada prinsip “malu bertanya sesat di jalan” setelah bertanya, kami meneruskan perjalanan ke Rawa Danau.

Kami melewati jalan yang menanjak, tetapi… mama yang takut akan jalan yang menanjak tersebut, mama memutuskan untuk menunggu papa mengantar gue dan zenith ke atas setelah itu papa turun lagi ke bawah dengan berjalan kaki untuk membonceng mama yang takut akan jalan yang menanjak. Setelah melewati jalan yang menanjak tersebut, kami sampai di T-junction alias simpang 3. Kami belok kiri dan tiba-tiba gue, papa dan zenith mendengar suara seseorang, “tuh kan bener seharusnya kita tadi pas masih di sana lewat belokan yang ke-4!” setelah kami menganalisa suara siapa itu, huala! Kami menemukan siapa pemilik suara itu. Ternyata suara misterius itu adalah suara mama! Mama ngomongnya ngotot kayak anak kecil yang dicurangin main karet atau engklek atau congklak. Yaudah gue jawab aja, “weh udah sih udah terlanjur!” Spontan papa langsung jawab, “oh yaudah, ayo diulang lagi diulang!” “hahahahaha” gue ngakak. Sumpah gue ngakak sengakak-ngakaknya. Mama mama, kayak anak kecil aja. Lalu kami pun melanjutkan perjalanan lagi.

Sesampainya di rawa danau, gue dan yang lainnya liat pemandangan yang tertutup kabut tipis. Disana ternyata banyak orang pacaran tak sengaja gue mendengar percakapan mereka yang berbunyi seperti ini:

Cowok: “mulai sekarang adek jadi tanggung jawab aa”

Cewek: *senyum*

Cowok: “aa tuh gak mau dikira gak bertanggung jawab” (sumpeh bahasanye kek habis ngapain anak orang)

Cewek: “iya a…” *dengan suara lembut*

Edannnnnnnnnnnn, ternyata ini toh yang namanya pacaran ajib bener kek disinetron. Wakakak... Setelah nguping pembicaraan orang pacaran, tik tik tik bunyi hujan jatuh ke tanah. Kami pun berteduh di warung terdekat. Dua sejoli itu juga ikutan berteduh. Aduhhh asik banget dah tuh dua manusia pacaran di tengah hujan.

Setelah hujan reda, kami pun melanjutkan perjalanan. Kami berhenti di tempat makan lesehan gitu, tapi sedang tutup. Disana banyak juga pasangan manusia yang sedang berpacaran. Ada yang pacaran di motor, ada juga yang dibawah pohon. Disana ternyata pemandangannya terlihat lebih jelas. Gue pun mengambil beberapa fotonya. Tapi sayangnya kabutnya lumayan tebal jadi gambarnya kurang terlihat jelas. Berikut ini gambar hasil jepretan dengan menggunakan kamera digital:

Setelah puas mengambil foto, kami pun melanjutkan perjalanan dan hujan pun turun dengan sangat deras sehingga memaksa kami untuk berteduh di gardu terdekat milik warga sekitar. Kebetulan di dekat gardu, ada warung. Nah, mama langsung numpang buang air kecil dulu tuh sekalian berteduh. kami membeli makanan dan berteduh menunggu hujan reda sambil ngobrol sama pemilik warung itu. Hujan pun reda kami pun pulang dengan riang gembira. Sesampainya dirumah sekitar jam 18:00 gue dan yang lainnya tepar!

Cukup sekian cerita gue. Capek gue ngetik segini panjang, otak gue udah mempet gak bisa mikir, cerita ini aja agak gak beres. See ya on my next post!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …