Langsung ke konten utama

that was so embarrassing

Sekarang tanggal 2 Desember 2010 gue dan temen temen (shinta, siska, dan sarah) nari untuk penilaian ujian praktek seni budaya. Gila gue dan temen-temen kelompok gue latihan cuma 3 jam sehari sebelum penilaian itu pun masih bingung nyari-nyari lagunya dan gerakan tarinya. Ini semua gara-gara gerakan yang sebelumnya susah banget dan sukar di hapalkan. Tapi akhirnya dapet juga. Walaupun waktu udah mepet semepet mepetnya. Sumpah kemaren gue asli capeeeeekkkk banget gara-gara sibuk latihan nari, sama les bahasa inggris. Pulangnya malam pula. Terus gak bisa langsung istirahat, karena gue harus menyiapkan semua barang-barang yang harus di bawa besoknya a.k.a kostum nari. Oh ya berhubung tariannya belum rampung, gue dan teman-teman merencanakan untuk datang ke sekolah lebih awal, kalau bisa jam 06:00 udah ada di sekolah. Alhasil malah gue datang telat banget kurang lebih sekitar jam 07:00 gue baru nyampe. Haha emang sudah biasa siang tapi gak kesiangan. Tapi biar begitu juga masih sempat latihan kok di kelas beberapa menit sebelum penilaian. Rencana kostum mau pake legging panjang dan rok dan baju atasan putih polos, gue udah menyiapkan semua perlengkapannya termasuk bawahan legging, tapi legging gue warnanya coklat dan abu-abu. Legging gue yang warna hitam hilang entah kemana. So, gue dipinjemin legging warna hitam punya Shinta biar kembar sama yang lain juga tapi ternyata legging itu pendek. Yaaahhh kira-kira 10 cm dibawah lutut. Yah betis gue yang segede betis mamang becak ini keliatan deh. Sumpah malu banget gue pas mau ke kelas because that was not my style! Gue tuh biasanya pake kaos, jeans dan sepatu kets atau “se-girly” gue ya paling juga pake rok panjang, baju lengan panjang dan kerudung. Aduhhh gue bener-bener gak biasa pake baju apalah itu namanya gue gak tau, terus legging dan rok pendek. Iewwww jijik banget gaya gue ya? Kayak cheerleaders centil aja. Anjiiiiirrrr gue sebel banget pas tadi udah tampil, masa diliatin sama kakak kelas? Aduhhhh kenapa harus di aula sekolah sih? Kenapa gak di kelas aja? Ah bete deh. Selain itu juga gurunya rese banget lagian udah waktunya penilaian baru ngasih tau kalau satu kelompok maksimal 4 orang. Kan kasian temen gue yang kelompoknya cuma bertiga. Alhasil mereka pinjem orang dari kelompok lain buat penilaian mereka. Mereka ikutan susulan gara-gara harus latihan ulang sekalian buat ngajarin orang yang dipinjam itu (gak enak amat bahasanya). Tapi mereka tampil maksimal kok dan bagus banget walaupun latihan cuma sebentar. Gak kayak kelompok gue udah latihannya cuma sebentar dan mendadak, ditambah nervous jadi gak maksimal deh. Sayang banget Adis temen gue gak bisa ikutan tes nari gara-gara dia ada perlombaan renang. Padahal kemarin baru aja latihan bareng eh pas tes malah gak ikut jadi terpaksa pola lantainya diubah saat menjelang tes nari tapi gerakan tetap sama. Benar-benar diluar dugaan.

Oh ya beberapa hari yang lalu juga nyoba ikutan audisi speech hahaha lucu banget masa gue belum persiapan sama sekali. Gue kira speech nya hari kamis gak taunya hari selasa. Perasaan gue dengernya “Thursday” bukan “Tuesday” ah terpaksa gue harus print out text nya dulu dan baca sedikit dan langsung maju ke depan para guru dan peserta lainnya buat berpidato. Judul pidatonya the negative effect of television. Sebenernya gampang sih kalau gue bikin sendiri dan pake bahasa gue sendiri. Tapi ini masalahnya gue gak bikin sendiri, gue cari di internet dan belum sempat gue baca semua. Yah udah dep pasrah. Pada saat itu gue cuma berharap jika dewi fortuna sedang berpihak kepada gue ya gue beruntung tapi kalau nggak ya tamatlah gue. Setelah gue print text pidato gue, gue langsung disuruh maju buat pidato karena yang lain udah selesai. Dengan pasrah gue maju ke depan kelas. Anjiiiiirrrrr baru aja pembukaan tapi udah gagap, nah apalagi pas masuk ke inti lebih gagap lagi sampai akhirnya gue kehabisan kata-kata dan blank… lalu secara santai gue bilang, ”ah I give up” without say “im sorry” hahaha habisnya gue liat muka para guru udah kayak mau nonjok gue saking gregetan liat gue speech di depan mereka dan gagap. Temen-temen yang lain juga udah gregetan banget ngeliat gue. Yaudah deh akhirnya kata-kata itu terucap secara reflex dari mulut gue.

Tapi dari kedua kejadian diatas, yang paling bikin gue malu adalah saat gue nari memakai kostum yang “nggak gue banget” arrrrrrgggggghhhhh that was so embarrassing. Ah itu emang benar-benar momen paling memalukan!!!! Gue harap itu gak terjadi lagi. Amin ya Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Himouto! Umaru-chan (Anime TV Series)

Judul                 : Himouto! Umaru-chan Penulis              : Takashi Aoshima Sutradara         : Masahiko Ohta Tahun Tayang : 2015
Himouto! Umaru-chan adalah serial manga yang  ditulis oleh Sankaku Head yang kemudian diadaptasi ke dalam serial televisi pada tahun 2015 lalu, tepatnya anime ini tayang pada tanggal 9 Juli 2015 hingga 24 September 2015.
Kemarin saya baru saja selesai menonton serial anime ini. Hanya ada 12 episodes, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui akhir cerita serial anime bergenre komedi ini.

Umaru adalah seorang gadis SMA yang sangat pintar, berbakat, baik hati, sangat cantik, serta menarik, sangat sempurna sehingga semua orang menyukainya. Namun sifat-sifat tersebut berubah drastis seketika Umaru masuk ke dalam apartemen kecil kakaknya, Taihei. Umaru berubah menjadi seorang pemalas. Ia hanya mau bermain game, makan, dan tidur.

Oke, langsung lanjut ke episode list of Himouto! Umaru-chan: Episode 1: Umaru and Onii-chan Episode 2: Umaru and Ebina Cha…

Review: Hana Korean Restaurant Cilegon

Hello, anyeong haseooo hehehe.
Liburan ini rata-rata aku habiskan waktuku di rumah menjalani hobi-hobi yang membahagiakanku, tapi aku sempat keluar bermain bersama teman-teman SMA beberapa kali (sebenarnya dengan si itu-itu saja sih). Nah, kemarin tanggal 2 Februari setelah aku ikut seminar di kampus, aku reunian lagi dengan teman-teman SMA, tapi kali ini bukan makan-makan dan ngobrol ngalor-ngidul di tempat makan mainstream yang biasa kita sambangi, melainkan di Hana Korean Restaurant yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 14, Kel. Kedaleman Kec. Cibeber, Cilegon, Banten seberang Giant Pondok Cilegon Indah.
Karena ini pertama kalinya aku ke restoran Korea (biasanya gak berani coba-coba makanan aneh, biasanya gak punya uang, biasanya gak ada temen yang ngajak), jadi begitu ada yang ngajak, aku pasti seneng banget dan gak nolak, dan pastinya berniat untuk bikin reviewnya.
So here i go, im going to review this Korean Restaurant.
Bagi teman-teman yang berjalan di Jalan Raya Cile…

Piknik Murah Meriah Ke Gunung Pinang

Kemarin Kamis, 26 Januari 2017 aku dan temanku Muhtar main ke Gunung Pinang di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Kramatwatu, Kabupaten Serang, tengah-tengah antara Kota Serang dan Cilegon. Tiba-tiba saja Rabu kemarin sepulangku dari Bogor Muhtar mengajakku main, karena aku penasaran sekali dengan spot foto Gunung Pinang yang sedang hits di kalangan anak gaul Serang-Cilegon, akhirnya aku mengajaknya main ke sana.
                That was the first time we are going there. Aku baru tahu kalau kami harus beli tiket dulu seharga Rp. 10.000,00 per orang untuk bisa naik ke puncak. But hey, Rp. 10.000,00 is worth to buy! Begitu beberapa meter motor ini melaju ke puncak yang cukup terjal, kami sudah merasakan sejuknya udara karena oksigen dari pepohonan di sekitar kami. Sangat berbeda dari beberapa saat lalu saat kami masih berada di jalan raya, panasnya Serang tiba-tiba diganti dengan sejuknya udara di Gunung Pinang yang menyegarkan. Cukup jauh jika harus berjalan kaki …